• Posted by : Kawateru September 12, 2013



    bersepeda memang menyehatkan, anti macet dan ramah lingkungan. Tapi apa jadinya jika terlalu banyak sepeda?
    mungkin tidak akan seburuk terlalu bnayak sepeda motor.
    masalah utama yang mungkin timbul adalah lahan parkir. dikota-kota besar, dimana lahan terbuka sudah sangat terbatas, apa anda harus parkir d trotoar? atau di bahu jalan? bagaimana jika ada pejalan kaki yang merusak sepeda anda karena hak mereka berjalan di trotoar di renggut? atau bagaimana jika sepeda anda tertabrak mobil ambulan yang sedang terburu-buru melewati bahu jalan? atau dicuri, berkarat karena hujan dan panas, mengganggu pemadangan, membuat orang mual ( yang ini abaikan saja )
    mengerikan bukan?
    di jepang, ada solusi yang sangat luar biasa untuk masalah parkir sepeda, yuk kita lihat bagaimana sih cara orang jepang memarkir sepedanya.

    The Eco Cycle , Anti-seismic Underground Bicycle Park by Giken


    The Eco Cycle adalah semacam ruang parkir bawah tanah khusus untuk sepeda. Dirancang oleh Giken, ruangan ini memiliki kapasitas 204 sepeda dan pemilik sepeda dapat mengambil sepeda secara otomatis dalam waktu sekitar 13 detik. Ruangan ini dirancang tahan gempa dengan desain silinder dan material khusus yang digunakan. Berat maksimal sepeda yang diinjinkan dalam ruangan penyimpanan ini adalah 30 kg. Ruangan ini memiliki kedalaman 11,65 meter dengan diameter 8,55 meter. Ide membuat ruang penyimpanan ini cukup menarik, mungkin di Indonesia juga dapat menerapkannya, dengan semakin banyaknya fasilitas bagi para pengguna sepeda, niscaya akan semakin banyak orang yang menggunakan sepeda sebagai salah satu alat transportasi yang ramah lingkungan.



    parkir sepeda bawah tanah jepang 3


    parkir sepeda bawah tanah jepang 6
    Photograph by Danny Choo @ culturejapan.jp

    parkir sepeda bawah tanah jepang 7
    Photograph by Danny Choo @ culturejapan.jp

    parkir sepeda bawah tanah jepang 8
    Photograph by Danny Choo @ culturejapan.jp

    parkir sepeda bawah tanah jepang 9
    Photograph by Danny Choo @ culturejapan.jp

    parkir sepeda bawah tanah jepang 10
    Photograph by Danny Choo @ culturejapan.jp

    parkir sepeda bawah tanah jepang 2

    Penggunaan parkir yang dinamakan Eco Cycle ini cukup sederhana. Seperti dilansir dari laman Giken, para pengguna cukup menaruh sepeda di Entrance Door (pintu masuk). Kemudian sensor secara otomatis membaca kartu IC yang dipasang di depan sepeda. Setelah itu Front Wheel Shutter akan terbuka secara otomatis. Kemudian pengguna menaruh roda sepeda bagian depan di tempat khusus.

    Setelah roda depan sepeda diatur oleh Clamp, pengguna sepeda menjauh dari karpet dan menekan 'Loading Button'. Entrance Door akan terbuka secara otomatis dan sepeda akan masuk ke Eco Cycle. Pintu pun kembali menutup secara otomatis. Sementara ituTransporting Tray akan membawa sepeda turun ke palet kosong.

    Untuk mengambil kembali sepeda juga cukup mudah. Pengguna cukup memperlihatkan kartu IC ke Card Reader. Setelah itu pengguna menjauh dari karpet dan tunggu beberapa waktu. Transporting Tray akan mengambil sepeda dari palet. Setelah Entrance Doorterbuka, sepeda dikeluarkan dari Eco Cycle. Pengguna cukup mengikuti instruksi selanjutnya dan kemudian mengambil sepeda.

    Eco Cycle ini bisa dijumpai di sejumlah kawasan di Jepang, seperti di Stasiun Shinagawa, Tokyo, dan Stasiun Minami-Senri, Osaka. Menurut salah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang, Bobby Chandra, kehadiran parkir sepeda bawah tanah ini sangat bermanfaat. 


    parkir sepeda bawah tanah jepang 13
    Photograph by Danny Choo @ culturejapan.jp

    parkir sepeda bawah tanah jepang 12
    Photograph by Danny Choo @ culturejapan.jp

    parkir sepeda bawah tanah jepang 11
    Photograph by Danny Choo @ culturejapan.jp

    parkir sepeda bawah tanah jepang
    parkir sepeda bawah tanah jepang 14
    Photograph by Danny Choo @ culturejapan.jp
    keren bukan? parkir sepeda like a boss!!
    suatu saat kita mungkin akan ikut mengaplikasikannya di negara kita tercinta ini, mungkin setelah orang-orang sadar akan lingkungan hidup.
    yang pasti bukan dalam waktu dekat.


     

  • Copyright © 2013 - Hyperdimension Neptunia

    Kawateru - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan