• Posted by : Kawateru Juli 09, 2013



    Setelah berenang atau bermain air, mungkin Anda memperhatikan jari kaki atau tangan Anda tampak berkerut-kerut alias keriput. Ada apa sebenarnya di balik itu? Menurut sebuah studi baru, jari-jari tangan dan kaki berkerut setelah melakukan kontak yang lama dengan air bertujuan untuk membantu memegang benda-benda yang basah.

    Awalnya para pakar mengira kerutan ini merupakan akibat dari lapisan terluar kulit yang menyerap dan membengkak karena air yang masuk ke dalam kulit. Namun ternyata studi terbaru ini mengungkapkan bahwa sistem saraf secara aktif mengendalikan kerutan ini dengan membatasi pembuluh darah di bawah kulit. Tujuannya untuk membantu jari tangan dan kaki agar dapat memegang benda-benda yang permukaannya basah.

    "Fenomena yang sangat familiar bagi semua orang ini bukan hanya efek samping alami dari kulit jari kaki dan tangan tapi merupakan fitur fungsional yang dipilih secara seksama oleh evolusi," ungkap peneliti Tom Smulders, seorang pakar biologi evolusioner dari Newcastle University in England.

    Kesimpulan itu diperoleh setelah peneliti mengamati 20 sukarelawan yang diminta mengambil kelereng kecil yang basah dengan ukuran yang berbeda-beda. Setiap sukarelawan melakukan tugas itu ke dalam tiga sesi; ketika tangan mereka normal, tangan kering atau ketika jari-jari mereka mengkerut setelah direndam di dalam air hangat selama 30 menit.

    Hasilnya, seluruh partisipan terbukti dapat mengambil kelereng yang basah 12 persen lebih cepat dengan jari-jari yang mengkerut.

    "Kami telah membuktikan bahwa jari-jari yang mengkerut dapat memberikan genggaman yang lebih baik, terutama jika permukaan bendanya basah. Kemungkinan lainnya adalah kondisi mengkerut menyebabkan perubahan pada properti kulit seperti fleksibilitas atau kelengketan sehingga membantu jari kaki dan tangan melakukan pekerjaan lebih baik ketika memegang benda basah," terang Smulders seperti dilansir darinbcnews, Kamis (10/1/2013).

    Uniknya, jari-jari berkerut ini tampaknya tak menunjukkan perbedaan ketika mengambil atau memegang benda yang permukaannya kering.

    "Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa jari kita tidak berkerut secara permanen dan kami pun ingin mengamatinya lebih lanjut. Dugaan awal kami kondisi ini dapat mengurangi sensitivitas ujung-ujung jari kita atau meningkatkan risiko kerusakan kulit ketika memegang atau menangkap sebuah benda," pungkasnya.

    Studi ini baru saja dipublikasikan dalam jurnal Biology Letters.


    Sumber

  • Copyright © 2013 - Hyperdimension Neptunia

    Kawateru - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan